Jumat, 11 Januari 2019

Perjalanan ke Angkasa

Ngunandiko.163







PERJALANAN KE ANGKASA
(Bagian 3)



Pada bulan April 1967, telah terjadi kecelakaan, dimana kosmonout Russia Komarov (Soyuz 1), meninggal dunia (pass away) di angkasa.

Pada periode tahun 1966 – 1969 ini sedikitnya tercatat dua peristiwa yang penting yaitu : (1) Manusia (Aldrin dari Gemini 12) terbukti dapat bekerja untuk waktu yang cukup lama (5 jam 30 menit) di angkasa ; dan (2) Pesawat berawak (Apollo 11 dengan Armstrong dan Aldrin)  dapat mendarat  untuk pertama kalinya di bulan. Armstrong dan Aldrin  berada di permukaan bulan selama 2 jam, mereka mengumpulkan batuan dan memasang instrumen. 

GEMINI 12

Namun pada periode tersebut, pada bulan April 1967, telah terjadi kecelakaan dimana kosmonout Russia, Komarov (Soyuz 1), meninggal dunia di angkasa.

Kendaraan (spacecraft, space flight,                     &   suppport craft) beserta manusia telah dikirim   ke angkasa luar 1970 s/d 1972




April 11-17 1970
Lovell   Halse  Swigert
Apoll 13
On way to moon; service module was badly damaged by explosion of oxigen tank. Using lunar module until re-entry crew was able to circle moon; return safely to earth.
January 31 February 9 1971
Shepard Mitchell Roosa
Apollo 14
Crew set up a nuclear-powered resarch-station on the moon
April 19 June 6-9 1971
-----Patsayev Volkov Dobrovolsky
Soyuz 1 Soyuz 11
First space station in earth-orbit Docked with Soyuz 1. Crew transferred to Soyuz to record-breaking 23 days in space. Cosmonauts died from rapid decomression of their craft during re-entry.
June26 – Aug7   1971
Scott Worden Irwin
Apollo 15
Scott and Irwin mde the first landing in rille area of the moon and explored its surface in the lunar jeep
April 16-27 1972
Young, Duke Mattingly
Apollo 16
Young and Duke made the first landing in the lunar highlands; they brought back rock samples for study
Dec 7-19 1972
Cernan Schmitt Evans
Apollo 17
Last Apollo mission to moon; Cernan and Schmitt spent a total of more than 22 hours on the lunar surface ; among the rocks collected was one 4-6 billion years old.




Sumber : The New Book of Knowledge, Grolier Incorporated, Danbury, Connecticut

Sementara itu, lebih kurang 3 tahun setelah kecelakaan yang membawa kematian Komarov ;  terjadi pula suatu kecelakaan, dimana service module Apollo 13 dalam perjalanan ke bulan (April 1970) meledak dan menewaskan Lovell, Halse, dan Swigert di angkasa.

Walaupun usaha manusia menjelajahi angkasa ini mengalami sejumlah kendala, namun  semua program perjalanan ke angkasa  terus dilakukan  selangkah demi selangkah dengan teliti serta memperhatikan semua aspek yang mungkin berpengaruh. Hal itu antara lain terlihat  bahwa yang pertama-tama dikirim ke angkasa adalah pesawat tanpa awak (tanpa manusia); lalu dilakukan berbagai penelitian dan study; setelah itu baru dikirim dengan mahluk hidup (hewan dan tumbuhan); dan yang terakhir adalah berserta manusia.


Banyak missi dan perjalanan ke angkasa lainnya yang telah dilakukan oleh negara-negara  lain seperti  Inggris, Perancis, Jepang, China, India dan lain-lain. 

Perjalanan ke angkasa luar ini telah sangat mengembangkan pengetahuan  manusia tentang angkasa. Selain pengetahuan akan angkasa (astronomi), yang sebelumnya telah dipelopori oleh para astonom seperti : Eratosthenes (276 – 194 SM); Claudius Ptolomaeus (83 – 161); Nicholas Copernicus (1473 – 1543); Tycho Brahe (1546 – 1601); Galileo Galilei (1564 – 1642) dan lain-lain.

Galileo-Galilei

Astronom-astronom sesudahnya menggunakan pengetahuan para pendahulu-nya itu  untuk  mengetahui segala seluk beluk angkasa luar,  da tata surya serta segala isinya. Manusia juga berharap dapat mengetahui :

(1). Apakah jauh di angkasa  ada kehidupan lain seperti hal-nya kehidupan di bumi ;
(2). Apakah jauh di angkasa ada tempat bagi kehidupan manusia jika sekiranya terjadi bencana dan  perang yang dahsyat di bumi;
(3). Apakah jauh di angkasa ada mahluk lain yang dapat mengancam kehidupan manusia di bumi atau sebaliknya ; dan
(4). Lain-lain

Dalam rangka mencapai harapan-harapan tersebut diatas, manusia  telah melakukan perjalanan ke angkasa luar (dan kembali lagi ke bumi). Untuk itu manusia antara lain membuat station angkasa (space station) dan membuat pesawat bolak-balik (shuttle) seperti terlihat dari program perjalanan ke angkasa berikut ini.

                 Kendaraan (spacecraft/space   flight                  & suppport craft) serta manusia yang telah dikirim ke angkasa luar 1973 s/d 1986
May 25 – June 22 1973
Conrad Kerwin Evans
Skylab 1
Skylab; an unmanned, specially fitted thirs stage of a Saturn rocket, was equipped fo studying long-term effects of spaceflight on people and materials, telescopes and other instruments were used to study the sun and the earth’s resources and to carry on many other studies. The first crew to reach the orbiting craft (Skylab 1 crew) had to repair damage done when Skylab was launched . After 28 daysthey left the craft, to be replaced by the Skylab 2 crew. After 59 days they were replaced by the Skylab 3 crew, which orbited for 84 days without effects.
July 28 – Sept 25 1973
Bean Garriott Lousma
Skylab 2
Nov 16 – Feb 8  1974
Carr   Gibson Pogue
Skylab 3
Des 2 – 8 1974
Filipchenko Rukasvishnikov
Soyus 16
Practice of maneuvers to be used later in combined United States – Soviet Union Apollo- Soyuz Test Program.
Des 26 1974
-----------
Soyuz 4
Sent into orbit to serve as space station
Jan 10 – Feb 9  1975
Gubarev Grechko
Soyuz 17
Docked with Soyuz 4 space station. Studies of stars, earth’s resources, and crew’s reactions to weightiessness
July 15-24 1975
Statford   Brand   Stayton  Leonov   Kubasov
Apollo-Soyuz Test Project
First international manned flight, Soyuz 19, launched by Soviet Union, and Apollo 18, launched by United States, met and docked 225 km (140 mil) above the earth, several joint experiments conducted, after undocking, the craft returned separately to earth. 
June 22 1976
-----------
Soyuz 5
Sent into orbit as a space station
July 6 – Aug 24 1976
Volynov Zholobov
Soyuz 21
Crew boarded Soyuz 5 and conducted experiments in the manufacture of crystals, metals, and certain chemicals.
Sept 29 1977
------------
Soyuz 6
Sent into orbit to serve as a space station. Equipped for performing equipmentsin growing plants, metalworking, making lenses, and making pure crystals and other components for electronic devices.  
Dec 10 – March 16 1977
Romenenko Grechko
Soyuz 26/27
Crew boarded Solyuz 6 and spent 96 days working in the weightlessness of space
Jan 20 1978
----------
Progress 1
First unmanned craft to carry fuel, food, and other supplies to the crewof a space station—Soyuz 6
April 9 – Oct 11 1980
Popov   Ryumin
Soyuz 35
Crew boarded Soyuz 6 and spent 185 days living and working in the weightlessness of space
March 13 – May 26 1981
Kovalyonok Savinykh
Soyuz 38
Final mission to Sayuz 6. Crew spent 75 days before returnning to earth, leaving Sayuz 6 emty after nearly 4 years as manned research station.
April 12-14 1981
Young   Crippen
Columbia
First reusable spacecraft. After 36 orbits of earth and 54 hours in space, it returned to earth, making an airplanelike landing at Edwards Air Force Base in California 
April 19  1982
------------
Salyut 7
Sent into orbit to serve as a space station
May 13 – Dec 10 1982
Berezovol Lebedev
Soyuz T-5
Crew boarded Salyut 7 and spent a record 211 days in space; from the space station they launched a satellite
Aug19-27 1982
Popov Serebrov Savitskaya
Soyuz T-7
Linked up with Soyuz 7 : Savitskaya became the second woman in space
Nov 11-16 1982
Brand Overmyer Lenoir       Allen
Columbia
First commercial flight of the space suttle, crew launched two communications satellites
June 18-24 1983
Ride,     Hauck,   Fabian, Crippen, Thagard
Challenger
Space shuttle crew released a satellite into space and then retrieved it. Ride became the first US woman astronaut.
Jan 28 1986
Scobee  McAulife McNair  Onizuka   Smith      Jarvis
Challenger
Space shuttle exploded shortly after launch, all aboard were killed. It was the worst disaster in the history of the US space program








Sumber : The New Book of Knowledge, Grolier Incorporated, Danbury, Connecticut

Kegiatan perjalanan ke angkasa seperti tampak dalam daftar  diatas hanyalah sebagian dari program sampai awal tahun 1986 saja, utamanya yang dilakukan oleh Amerika dan Russia. Banyak kegiatan dan missi ke angkasa lainnya yang telah dilakukan oleh negara-negara  lain seperti Inggris, Perancis, Jepang, China, India, Taiwan, Korea Selatan dan lain-lain dengan  tujuan antara lain sbb :
(1). Komunikasi;
(2). Monitoring cuaca;
(3). Monitoring terjadinya bencana, kebakaran, tsunami, badai dll di berbagai tempat di bumi;
(4). Melakukan berbagai percobaan; dan
(5). Lain-lain utamanya untuk menguak misteri yang ada di angkasa.

Hasil kegiatan negara-negara tersebut diatas memberi sumbangan terhadap  usaha manusia untuk menguak misteri yang ada di angkasa, serta menemukan kemungkinan tempat-tempat di angkasa, yang dapat menjadi tempat hidup manusia, selain di bumi.

Peluncuran Spacecraft di gurun Gobi

Namun pertanyaan dimana ruang angkasa itu berakhir, sampai saat ini belum  juga terjawab. Ruang angkasa itu meluas ke segala arah sampai  suatu jarak yang  sangat jauh melebihi jarak yang dapat dilihat dengan  “Teleskope Hubbe” (1990) dan “Teleskope Kepler” (2009), pun dengan teleskop yang paling kuat lainnya, misalnya “the ALMA Telescope”. ALMA (Atacama Large Millimeter / submillimeter Array) adalah suatu kemitraan internasional beranggotakan : European Southern Observatory (ESO), US National Science Foundation (NSF) dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan Alam (NINS) Jepang, bersama dengan NRC (Kanada) , NSC dan ASIAA (Taiwan), dan KASI (Republik Korea), bekerja sama dengan Republik Chili. ALMA adalah  suatu proyek astronomi terbesar yang ada dengan teleskop tunggal yang di-desain revolusioner, terdiri dari 66 antena dengan presisi tinggi, yang terletak di dataran tinggi Chajnantor, pada ketinggian 5.000 meter di Chili utara.

the ALMA Telescope

Untuk  memperoleh gambaran tentang  ruang angkasa yang sangat luas itu, maka fakta-fakta berikut ini kiranya  dapat dipakai sebagai suatu bahan pertimbangan sbb :

(1), bahwa manusia telah melakukan perjalanan dari bumi ke bulan, sekitar 400.000 kilometer (250.000 mil) ;
(2). bahwa pesawat ruang angkasa (Pioneer 10) pada tahun 1983 adalah  perangkat buatan manusia pertama yang dapat melampaui batas luar tata surya kita, sekitar 4.500.000.000 (miliar) kilometer (2.800.000.000 miles) dari matahari kita. Perjalanan ini memakan waktu lebih dari sebelas tahun ;
(3). bahwa bintang yang paling dekat dengan matahari kita adalah sekitar 40.000.000.000.000 (triliun) kilometer (25.000.000.000.000.000) jauhnya. Di ruang angkasa jarak antara dua bintang tetangga sejauh itu dianggap kecil ;
(4). bahwa di ruang angkasa diduga ada miliaran galaksi ; salah satu diantaranya adalah galaksi kita (Bima Sakti), dimana Bima Sakti itu mengandung miliaran bintang.

Dari besaran-besaran (jarak, waktu tempuh, dan jumlah) seperti yang terlihat di ke-empat contoh diatas, kita dapat membayangkan betapa besarnya seluruh ruang angkasa itu. Tak terhingga besarnya.


Observatorium (Observatory) itu adalah ruang atau gedung yang memiliki perlengkapan khusus untuk mengamati angkasa dan berbagai peristiwa yang terjadi di langit.

Dari fakta-fakta itu, tak diragukan lagi bahwa ruang angkasa atau lebih tepatnya “jagad raya” adalah ruang yang sangat luas, bahkan tak terhingga dan masih mengandung misteri.

Sebagaimana diketahui jauh sebelum  manusia memilik alat-alat  seperti teleskope dan lain-lain, maka untuk mengamati angkasa digunakan mata terlanjang. Pengamatan angkasa (bintang-bintang dilangit) itu adalah untuk berbagai keperluan seperti petunjuk arah dalam pelayaran, petunjuk pergantian musim, dan lain-lain ; bahkan juga untuk keperluan yang yang bersifat mistis.

Setelah manusia memiliki alat-alat untuk mengamati angkasa, maka alat-alat (perlengkapan) untuk pengamatan itu dikumpulkan disuatu tempat  tertentu yang disebut observatorium. Observatorium (Observatory) itu adalah ruang atau gedung yang memiliki perlengkapan khusus untuk mengamati angkasa dan berbagai peristiwa yang terjadi di langit.

Pada saat ini (abad ke-21), hampir semua negara di muka bumi ini memiliki observatorium. Sebagai contoh berikut ini adalah 8 (delapan) observatorium  yang ada di Chili, China, Indonesia, Jepang, Russia, dan USA sbb :

(1)        GEMINI OBSERVATORY di Andes, Chili;
(2)        BEIJING ANCIENT OBSERVATOTY, Beijing, China ;
(3)        OBSERVATORIUM BOSSCHA, Bandung, Indonesia ;
(4)        OBSERVATORIUM ASTRONOMI NASIONAL JEPANG, Tokyo, Jepang ;
(5)        PULKOVO ASTRONOMICAL OBSERVATORY, St Petersburg, Russia
(6)        MOUNT WILSON OBSERVATORY di Los Angeles, California, USA ;
(7)        PALOMAR OBSERVATORY di San Diego, California, USA ;dan
(8)        WM. KECK OBSERVATORY di Mauna Kea, Hawai, USA.

Observatoriun Bosscha

Pada umumnya setiap Negara, disamping memiliki observatorium, juga memiliki lembaga yang bertugas menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan angkasa luar. Di Amerika Serikat tugas tersebut ditangani oleh NASA (The National Aeronautic and Space Administration) ;  di Uni Soviet (Russia) oleh SFSA (Russian Federal Space Agency) ;  di Uni Eropa. ESA (European Space Agency) ; dan di Indonesia oleh LAPAN  (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Sebagai gambaran, NASA (The National Aeronautic and Space Administration) memiliki tugas dan tujuan strategis sbb:

(1).Memperluas dan mempertahankan aktivitas manusia di seluruh tata surya ;
(2). Memperluas pemahaman ilmiah tentang Bumi dan alam semesta ;
(3). Menciptakan inovasi ruang teknologi baru ;
(4). Penelitian aeronautika terdepan ;
(5). Mengaktifkan program dan kemampuan institusi untuk melakukan kegiatan keluar-angkasaan dan aeronautika ;
(6). Berbagi ilmu pengetahuan dengan tenaga pendidik dan mahasiswa untuk memberikan kesempatan berpartisipasi.

Lembaga yang bertugas menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan angkasa luar dari Negara-negara lain (termasuk LAPAN di Indonesia), umumnya juga memiliki ruang lingkup tugas dan tujuan strategis  seperti NASA tersebut.
Sebelum menutup bahasan dan renungan singkat tentang “Perjalanan ke Angkasa” ini, maka ingin kami sampaikan tentang hal-hal sbb :

1.         Bahwa semula manusia hanya menggunakan mata terlanjang saja dalam melakukan pengamatan atas angkasa (bintang-bintang dilangit) ;
2.      Pengamatan  tersebut, utamanya adalah untuk memperoleh petunjuk arah (mis : untuk pelayaran), petunjuk pergantian musim (mis : untuk bercocok-tanam), dan lain-lain serta petunjuk-petunjuk yang bersifat mistis ;
3.         Manusia juga mulai membayangkan ada-nya kehidupan dilangit seperti tampak dari  cerita atau kisah  “Flash Gordon” , “Startek”, dan lain-lain;
4.       Setelah manusia memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peralatan (mis : teleskope), maka pengamatan angkasa itu tidak lagi hanya dengan mata telanjang semata ;
5.   Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju  seperti pembuatan roket dan bahan bakar roket, maka manusia mulai mengirim ke angkasa alat (mis : satelite dll), pesawat tanpa awak, pesawat berawak, dan lain-lain ke angkasa (mis : ke bulan dan planit Mars).

Demikianlah bahasan dan renungan singkat tentang “Perjalanan ke Angkasa”. 
Semoga bermanfaat !
*
Time travel used to be thought of as just science fiction, but Einstein's general theory of relativity allows for the possibility that we could warp space-time so much that you could go off in a rocket and return before you set out (Stephen Hawking).

Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/stephen_hawking_447564

*

Rabu, 12 Desember 2018

Perjalanan ke angkasa


Ngunandiko.160





PERJALANAN KE ANGKASA
(Bagian 1)



Bumi adalah rumah kita, bumi adalah planet kecil yang mengorbit ke bintang berukuran sedang yang dikenal sebagai matahari. Bumi dikelilingi oleh “atmosfer”, selimut udara yang mencapai ratusan kilometer di atas permukaan-nya.


Salah satu sifat yang melekat dalam diri manusia adalah sifat ingin tau, sifat itu antara lain adalah keingintauan akan :
  • dari mana manusia itu berasal ;
  • dari mana manusia senantiasa dapat memperoleh makanan dan sejenisnya (sumberdaya) bagi kelangsungan hidupnya ;
  • dimana manusia dapat berlindung bagi kelangsungan hidupnya, jika memperoleh bencana atau bahaya ; dan
  • lain-lain.

Ngunandiko dalam kesempatan ini ingin membahas dan merenungkan salah satu dari usaha memenuhi keingintahuan manusia tersebut, yaitu “Perjalanan ke Angkasa

Ke Angkasa


Selama berabad-abad manusia bermimpi ingin bepergian ke angkasa. Impian itu, tidak hanya semata-mata ingin tau atau ingin melihat saja, tetapi juga secara impirik, ingin mengetahui kemungkinan hidup dan kehidupan lain selain di bumi ini, misalnya jika di bumi terjadi bencana.

Bumi adalah rumah kita, bumi adalah planet kecil yang mengorbit ke bintang berukuran sedang yang dikenal sebagai matahari. Bumi dikelilingi oleh “atmosfer”, selimut udara yang mencapai ratusan kilometer di atas permukaan-nya. Dekat bumi, udara padat.  tinggi di atmosfer, partikel udara menjadi kurang padat, dan atmosfer akhirnya berakhir. Di sinilah ruang angkasa dimulai.

Tentang ruang angkasa itu, manusia telah meng-khayal-kan adanya kehidupan seperti kehidupan di bumi, manusia ingin mengetahuinya. Dan manusia  meng-khayal-kan adanya kehidupan di angkasa itu  melalui berbagai cara antara lain sbb :
  • menciptakan kisah fiksi “komik Flash Gordon” oleh Alex Raymond pada tahun 1934, dimana digambarkan Flash Gordon berkunjung ke planet Mongo – salah satu benda layaknya bumi yang ada di angkasa – dan  bertemu dengan Kaisar jahat Ming.
  • menciptakan film fiksi “Star Trek” pada tahun 2009 yang disutradarai oleh J. J. Abrams dan ditulis oleh Roberto Orci dan Alex Kurtzman. Dimana diceritakan James T. Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) di atas USS Enterprise memerangi Nero (Eric Bana), seorang Romulan dari masa depan mereka yang mengancam United Federation of Planets.
  • menciptakan cerita fiksi dalam bentuk cerita pendek (Cerpen) “Penjelajahan Luar Angkasa Yang Mengesankan”.  Xavier seorang penjelajah ruang angkasa yang ditemani oleh Zed, Kyle, Connor, dan Zord. Dimana mereka berlima tinggal di asrama khusus untuk penjelajah ruang angkasa, dan menjalankan misi menjelajahi  angkasa.
  • menciptakan suatu hipotesa bahwa teknologi dan agama dari sejumlah peradaban kuno itu berasal dari mahluk angkasa luar yang mungkin dari mana manusia bumi ini berasal. Erich Anton Paul von Däniken , seorang penulis berkebangsaan Swiss, adalah yang mengemukakan hipotesa semacam itu antara lain dalam buku Chariots of the Gods.

Disamping meng-khayal-kan (melalui fiksi dan hipotesa), manusia secara nyata juga mengamati secara terus menerus benda-benda langit (bintang dan bulan), mencatat setiap geraknya ; antara lain dilakukan oleh orang-orang seperti Copernicus, Galileo, Keppler dan lain-lain.

Manusia sudah sejak jaman dahulu  secara nyata, berkesinambungan, dan tak kenal menyerah juga berusaha mengembangkan :
  • ilmu bintang (astronomi) ;
  • membuat dan menemukan alat-alat (teknologi) yang memungkinkan manusia mengirim benda langit buatan (satelite), alat kendaraan (spacecraft / space flight, suppport craft dll)  ke angkasa ;
  • mengirim mahluk (tumbuhan dan binatang) ke angkasa ; serta
  • mencoba sendiri untuk melakukan perjalanan ke angkasa.

Dalam melaksanakan usahanya yang nyata, bekesinambungan, dan tak kenal menyerah tersebut manusia  menciptakan teori-teori, membuat alat-alat (mis : telescope, radio dll) untuk mengamati angkasa, serta mengirimkan kendaraan dan mahluk hidup ke angkasa. Seperti telah dikemukakan dimuka, hal itu dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan hidup dan kehidupan lain selain di bumi ini.

Sebagai gambaran berikut ini disampaikan : (1) Daftar alat kendaraan (spacecraft / space flight dan suppport craft) tanpa manusia yang telah dikirim ke angkasa luar selama 22 tahun dari Oktober tahun 1957 s/d September tahun 1979 ; dan (2) Daftar alat kendaraan (spacecraft / space flight dan suppport craft) serta manusia yang telah dikirim ke angkasa luar selama 5 tahun dari April tahun 1981 s/d Januari tahun 1986.

Leica

Dapat ditambahkan disini sebagai suatu catatan bahwa pada bulan November tahun 1957, Russia (USSR) meluncurkan sebuah satelit bersama dengan seekor anjing bernama Leica memasuki angkasa, kemudian Russia mengumumkan kepada dunia bahwa Leica hidup selama seminggu  dan  kemudian  mati dengan tenang selama masih di angkasa (Namun hal ini kemudian menjadi kontraversi, karena sementara fihak menyatakan Leica itu mati berberapa saat setelah memasuki  angkasa). 


Luna 17 milik Rusia (USSR)  pada bulan November 1970 telah mendarat di bulan untuk melakukan studi terhadap permukaan bulan. Lebih kurang enam bulan sesudah itu Mariner 9  milik Amerika (USA) mengorbit di planet Mars.


Selengkapnya gambaran tentang kendaraan, alat-alat, dan lain-lain (mis : instrumen untuk melakukan berbagai percobaan) – yang telah dikirim ke angkasa --  tampak seperti dalam sejumlah daftar serta uraian-uraian berikut ini

                 Kendaraan (spacecraft/space                    & flight   sppport craft) tanpa manusia                  yang telah dikirim ke angkasa              1957 s/d 1907

Negara
Kendaraan
Peluncuran
Keterangan
USSR
Sputnik 1
4 Oktober 1957
First artificial satellite.
USSR
Luna 3
4 Oktober 1959
First photographs of far side of the moon.
USA
Ranger 7
28 Juli 1964
First photographs of the surface of the moon.
USA
Mariner 4
28 Novr 1964
First photographs of the surface of the Mars.
USSR
Luna 9
31 Jan 1966
First soft landing on the moon.
USA
Surveyor 1
2 Juni 1966
Moon lander analyzed soil on moon; sent back 10.000 photographs of the moon’s surface that were used to select landing sites for upcoming Apollo moon landing.
USSR
Venus 4
12 Juni 1967
Sent back close up photographs of Venus.
USSR
Luna 17
10 Nov 1970
Landed automated vehicle (Lunokhod) on the moon : vehicle made studies of the moon’s surface.




Sumber : The New Book of Knowledge, Grolier Incorporated, Danbury, Connecticut

Planit Mars

Dari daftar diatas tampak, bahwa Luna 17 milik Rusia (USSR)  pada bulan November 1970 telah mendarat di bulan untuk melakukan studi terhadap permukaan bulan. Lebih kurang enam bulan sesudah itu Mariner 9  milik Amerika (USA) mengorbit planet Mars. Mariner 9 telah membuat foto close-up permukaan Mars dan dikirim ke bumi.

Kendaraan (spacecraft/space flight  & suppport craft) tanpa manusia yang telah dikirim ke angkasa luar 1972 s/d 1975




USA
Mariner 9
30 Mei 1971
Orbited Mars: sent back first close-up photographs of Mars and analyzed its atmosphere.
USA
Pioneer 10
2 Maret 1972
First close-up probe of Jupiter ; sent back photographs of the planet; provided information about the composition of Jupiter’s atmosphere and the structure of the planet, in June 1983, Pioneer 10 became the first artificial object to leave the solar system.
USA
Pioneer 11
5 April 1973
Flybys of Jupiter (Dec, 1974) and Saturn (Sept, 1979) : detected a polar ice cap on one of Jupiter’s moons; paved the way for navigating through Saturn’s rings; discovered one more ring around Saturn and possibly more moons.
USSR
Mars
9 Aug 1973
First probe of Martian surface
USA
Mariner 10
3 Nov 1973
First close-up photographs of Mercury.
USSR
Venera 9/10
8 June 1975  14 June 1975
Landed 0n Venus analyzed surface and studied cloud cover.
USA
Viking 1/2
20 Aug 1975    9 Sept 1975
Landed on Mars ; sent back first photographs taken from the surface of another planet; performed automated chemical analysis of Martian soil and atmosphere and measured temperature on Martian surface.




Sumber : The New Book of Knowledge, Grolier Incorporated, Danbury, Connecticut

Disamping itu sejak tahun 1977 ESA (European Space Agency)  –  selain Rusia (USSR) dan Amerika Serikat (USA)  –  telah ikut serta dalam perjalanan ke ruang angkasa. Seperti diketahui  ESA pada 20 April 1977 telah mengirim ke angkasa GEOS 1 untuk study tentang magnetism di atmosfere bumi (bersambung).

*
Di balik ujung dunia ada ruang di mana kekosongan dan substansi yang tumpang tindih dengan rapi, di mana masa lalu dan masa depan membentuk lingkaran yang terus menerus tanpa akhir. Dan, sambil melayang-layang, ada tanda-tanda yang belum pernah dibaca, akord yang belum pernah didengar oleh siapa pun (Haruki Murakami),
*