Tampilkan postingan dengan label Sejarah-teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah-teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

Satelit bag ke-2


Ngunandiko.180





Satelit bagian ke-2
(Satellites)


Energi nuklir digunakan di beberapa satelit. Unsur radioaktif tertentu ditempatkan di satelit tersebut. Atom-unsur tersebut terurai dan menghasilkan panas. Perangkat (reactor) khusus mengubah panas itu menjadi daya listrik untuk satelit.

Sejumlah satelit memiliki  beberapa reaktor nuklir kecil. Reaktor tersebut menghasilkan panas dan melalui suatu generator listrik menghasilkan listrik. Perangkat jenis lain  penghasil  energy (kekuatan) di satelit adalah sel bahan bakar, dimana digunakan bahan kimia untuk menghasilkan listrik.


Atmosfer menjaga permukaan bumi dari berbagai bentuk serangan energy, satelit itu bergerak jauh di atas atmosfer  mendeteksi berbagai bentuk serangan  tsb.  “Orbiting Astronomical Observatory”  memberi banyak informasi pembentukan dan siklus kehidupan bintang-bintang.


Secara singkat telah dikemukakan adanya "Satelit Astronomi", "Satelit Komunikasi", “Satelit Pengamat Bumi”, “Satelit Navigasi”, “Satelit Mata-mata”, “Satelit Tenaga Surya”, “Satelit Statiun Angkasa (Space Stations and Shuttles)”, “Satelit Cuaca”, dan “Satelit Miniatur”. Beberapa satelit i.e Satelit Astronomi” , Satelit Komunikasi”, “Satelit Pengamat Bumi” dll akan dikemukakan secara lebih luas seperti berikut ini.

Space station & shuttle
Seperti diketahui satelit (mis : bintang dan planet) dapat digunakan sebagai objek penelitian di ruang angkasa. Benda-benda semacam itu  diketahui mengeluarkan berbagai bentuk energi, seperti cahaya dan sinar-X. Mempelajari energi tersebut  akan mendapatkan banyak informasi tentang ukuran dan komposisi serta jarak objek dari bumi.

Atmosfer telah menjaga permukaan bumi dari berbagai bentuk serangan energy, satelit yang bergerak jauh di atas atmosfer dapat mendeteksi berbagai bentuk serangan energi tersebut. Satelit seperti “Orbiting Astronomical Observatory” telah memberi banyak informasi baru tentang pembentukan dan siklus kehidupan bintang-bintang.

Pada tahun 1983 “Infrared Astronomical Satellite (Satelit Astronomi Inframerah)” telah diluncurkan. Infrared Astronomical Satellite (IRAS) adalah observatorium yang dapat mendeteksi dengan menggunakan cahaya inframerah. IRAS dapat melihat suatu objek di alam semesta, kemumpuan itu telah memberikan data baru tentang sifat alam semesta.

Banyak jenis satelit dilengkapi dengan perangkat untuk mempelajari bumi. Misalnya “ Magnetic Field Satellite (Magsat)”, yang diluncurkan pada 1979, dapat mengirim  informasi tentang daya tarik kerak bumi, yang bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Informasi tersebut telah digunakan untuk membuat peta tentang daya tarik bumi, menceritakan tentang inti bumi dll. Disamping itu juga telah membantu dipetakan-nya area aktivitas vulkanik serta ditemukan-nya mineral berharga dan cadangan minyak bumi.

Satelit lain juga menyediakan banyak data tentang permukaan bumi, misalnya ERTS ( Earth Resources Technology Satellite atau Satelit Teknologi Sumber Daya Bumi). ERTS Ii diluncurkan pada tahun 1972, adalah salah satu satellite pertama yang mempelajari fitur-fitur bumi. Pada tahun pertama layanannya, ERTS I memberi bukti bahwa  ada satu perusahaan kertas telah mencemari “Danau Champlain” di Amerika Utara ; mendeteksi terjadi erosi ngarai yang cepat di Arizona ; dan menghasilkan banyak peta baru. (ERTS I kemudian berganti nama menjadi Landsat 1). Landsat 3 digunakan untuk melacak tumpahan minyak yang besar di Teluk Meksiko pada tahun 1979.

“Seasat” (Seasat adalah sebuah satelit pertama yang mengorbit di Bumi dirancang untuk penginderaan jauh dari lautan bumi, dan radar aperture sintetis pertama di muatan pesawat ruang angkasa), diluncurkan pada tahun 1978, dilengkapi perangkat untuk mengumpulkan banyak informasi tentang laut, termasuk ketinggian ombak dan lokasi gunung es. “Lageos”  diluncurkan pada tahun 1976, adalah satelit geodetik. Satelit semacam itu digunakan untuk mengukur jarak yang tepat antara titik-titik di permukaan bumi.

“Satelit cuaca” memotret awan dari luar angkasa dan mengukur jumlah panas yang terpancar dari bumi ; melacak berapa banyak energi matahari dipantulkan kembali ke ruang angkasa dari bumi. Dengan informasi tersebut, para ilmuwan dan peramal cuaca dapat belajar lebih banyak tentang cuaca.

Para ilmuwan dapat membuat perkiraan yang lebih baik sebagai hasil dari informasi tersebut. Ramalan yang lebih baik seringkali dapat menyelamatkan nyawa misalnya satelit cuaca SMS 2 (Synchronous Meteorological Satellite), pada tahun 1979, digunakan untuk melacak “Badai David” ketika bergerak melintasi wilayah Karibia. Informasi satelit memungkinkan peramal cuaca untuk mem-peringat-kan orang-orang tentang badai yang mendekat.

Dapat dikemukakan disini, bahwa satellit dapat pula berfungsi sebagai suatu alat. Sinyal radio, televisi, telepon dapat dikirim dari satu benua ke benua lain melalui satelit komunikasi. Sebagian besar satelit komunikasi memiliki penerima (receiver) dan pemancar (transmitter). Penerima menerima sinyal dari tanah (bumi). Perangkat elektronik yang ada di satelit meningkatkan kekuatan sinyal. Pemancar mengirim sinyal ke stasiun bumi yang jauh, yang mungkin terletak di benua lain.

Satelit komunikasi Intelsat yang berada dalam orbit dapat menyampaikan kira-kira setengah dari panggilan telepon lintas samudera, serta hampir semua transmisi televisi lintas samudera. Televisi Transoceanic memungkinkan pemirsa di satu benua menonton acara berita di televisi  yang terjadi di benua lain. Bahkan ada pula jenis satelit, bernama “Oscar”, untuk operator radio amatir.


Patut pula dikemukakan disini, bahwa Indonesia sudah beberapa kali menjadi lokasi jatuhnya benda langit, yang termasuk dalam kategori sampah antariksa (misalnya satelit yang tidak berfungsi lagi). Sampah itu antara lain jatuh di Gorontalo (1981), Lampung (1988), Bengkulu (2003), Madura (2016) dan lain-lain.


Satelit navigasi memungkinkan navigator memandu kapal atau pesawat dalam segala cuaca. Satelit dalam orbit geosinkron mengirimkan sinyal radio secara kontinu. Navigator mengetahui posisi satelit. Sinyal yang berasal dari satelit tersebut digunakan untuk menentukan posisi kapal atau pesawat.

Satelit militer digunakan untuk memotret kemungkinan aktivitas musuh dan untuk komunikasi dan navigasi militer. Beberapa satelit militer digunakan untuk mendeteksi pengujian senjata nuklir. Lainnya digunakan untuk memandu beberapa jenis rudal ke target mereka.

Satelit penting lainnya adalah “stasiun angkasa” seperti telah dikemukakan dimuka. Stasiun ini dilengkapi sedemikian rupa, sehingga manusia dapat tinggal dan bekerja di dalamnya. Satelit semacam itu dapat melayani banyak tujuan yang berguna.

Pada tahun 1973 “Skylab”, stasiun angkasa pertama Amerika Serikat diluncurkan. Stasiun ini telah dikunjungi oleh beberapa orang crew dengan menggunakan kendaraan angkasa (Apollo) dan ternyata manusia dapat bekerja di angkasa diluar station itu.

Sebelumnya Uni Soviet telah meluncurkan serangkaian stasiun angkasa dengan nama Sayut, dimana pada tahun 1971 diluncurkan “Sayut 1”, dan pada tahun 1982 diluncurkan “Salyut 7”, ternyata  bahwa manusia (crew) dapat berada dan bekerja di station angkasa yang sedang di-orbit selama 211 hari

Salyut.7
Kiranya patut pula dikemukakan disini, bahwa Indonesia sudah beberapa kali menjadi lokasi jatuhnya benda langit yang masuk dalam kategori sampah antariksa. Sampah-sampah itu antara lain jatuh di Gorontalo (1981), Lampung (1988), Bengkulu (2003), Madura (2016) dan lain-lain.

Kategori sampah luar angkasa (sampah antariksa) adalah objek di orbit sekitar Bumi yang diciptakan oleh manusia, yang tidak lagi berguna. Sampah antariksa terdiri atas satelit yang tidak berfungsi lagi hingga fragmentasi ledakan, debu, atau partikel kecil lainnya. Awan partikel yang sangat kecil dapat menyebabkan kerusakan erosif. 

Dengan adanya satellite dan kendaraan angkasa itu , maka semakin banyak kegiatan dan missi ke angkasa dilakukan oleh berbagai negara, utamanya oleh Amerika dan Russia (d/h Uni Soviet). Kegiatan dan missi ke angkasa itu, kemudian juga dilakukan oleh negara-negara  lain seperti Inggris, Perancis, Jepang, China, India, Taiwan, Korea Selatan dan lain-lain. 

Dalam garis besarnya tujuan kegiatan dan missi ke angkasa itu, disamping mendemontrasikan dan menunjukkan rasa bangga adalah untuk :

  • Melakukan berbagai penelitian dan percobaan, yang utamanya untuk menguak misteri yang ada di angkasa.
  • Monitoring cuaca dan perubahan iklim;
  • Monitoring terjadinya bencana banjir, badai, gempa, tsunami, dan lain-lain di bumi.

Demikianlah bahasan dan renungan singkat tentang “satelit”. Semoga bermanfaat.


*
Philosophy is written in this grand book, the universe, which stands continually open to our gaze. But the book cannot be understood unless one first learns to comprehend the language and read the letters in which it is composed.

Filsafat ditulis dalam buku besar “alam semesta” ini, yang terus terbuka bagi pandangan kita. Tetapi buku itu tidak akan dapat dipahami, kecuali seseorang pertama-tama belajar memahami bahasa dan membaca huruf-huruf yang menyusunnya.

-- Galileo Galilei


*

Kamis, 11 Juli 2019

Keramik bag-1


Ngunandiko.171



Keramik bag-1
(Ceramics)




Ceramics, is a term that was originally applied to products made from natural earths that had been exposed to high temperatures. Today, the field of ceramics covers a widely diversified group of products of specialized industries, including glass, enamels, refractories, cements, limes and plasters, cermets, electronic ceramics, high and low tension electrical insulators, structural clay products, nuclear ceramics, whitewares, as well as certain abrasives (Encyclopedia Americana).


Industri keramik di Indonesia, pada waktu ini (2019), dapat dikatakan telah cukup maju, ia telah memiliki teknologi canggih untuk pembuatan produk-produknya. Disamping itu  produk industri keramik  Indonesia juga telah mampu bersaing di pasar internasional. Hal itu tampak antara lain pada produk-produk  semen dan  gelas (cement and glass).
Pada kesempatan ini “Ngunandiko” ingin membahas dan merenungkan secara singkat mengenai keramik (ceramics), khususnya Industri Keramik di Indonesia.
Sebagaimana diketahui Indonesia memiliki sejumlah deposit bahan baku keramik yang melimpah seperti batu-kapur (limestone), lempung (clay), pasir silika (silica sand), kaoline, feldspar dan lain-lain. Deposit bahan baku keramik itu tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Telah disinggung dimuka, bahwa industri semen dan gelas (cement and glass industry) di Indonesia telah memiliki potensi menjadi pemain tingkat dunia, utamanya karena Indonesia  memiliki : (1) deposite bahan baku (limestone, silica sand, clay dll), (2) sumberdaya energy (batubara, minyak dan gas bumi dll); serta (3) teknologi produksi-nya.
Batu kapur (limestone)  
Keramik adalah bahan anorganik bukan logam,  jika mengalami perlakuan panas (heat treatment) menjadi bahan keras yang tahan tekanan (compression) dengan sangat baik, walaupun tidak sebaik logam. Keramik tahan terhadap gesekan (porselen), panas (refraktory), dan tahan terhadap beban tekanan bahkan pada suhu tinggi. Banyak keramik adalah lembam (inert) secara kimia pada suhu tinggi, seperti tampak pada ketahanan-nya terhadap oksidasi maupun  reduksi. Sifat ikatan kimia dalam keramik pada umumnya bersifat ionik, dan anion berperan penting dalam penentuan sifat material. Anion yang khas dan merupakan unsur penting bahan keramik adalah karbida, borida, nitrida, dan oksida.
 
Sejumlah produk keramik dalam arti yang luas (setelah teknologi pembuatan keramik berkembang),  jika  kita kelompok-kelompokan sesuai dengan cara produksi atau penggunaannya antara lain akan tampak sbb :

  • keramik umum seperti tembikar, porselen dan sejenisnya ;

  • produk tanah liat seperti batu-bata, genteng, pipa dan lain-lain ;

  • berbagai jenis semen (Portland cement, semen putih dan lain-lain);

  • berbagai jenis kaca dan gelas (termasuk lensa); 

  • bahan tahan api yang mampu menahan suhu sangat tinggi (refractory);

  • lain-lain.

Jika dilihat dari material yang terkandung di dalamnya, maka keramik secara sederhana antara lain dapat dibagi menjadi 4 (empat) jenis sbb:

  • Gerabah (Earthenware), dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000 deg Celsius. Contoh : Kuali (tempat memasak), celengan (tempat menyimpan uang koin), gentong (tempat menyimpan air), dan lain-lain.

  • Batu Keramik (Stoneware) ; Stoneware adalah sangat keras dan,  terkadang tembus cahaya, namun biasanya buram. Warna tubuh dari batu-keramik sangat bervariasi; merah, coklat, abu-abu, putih, atau hitam. Stoneware adalah istilah yang agak luas untuk tembikar atau keramik lain yang dibentuk pada suhu yang relatif tinggi. Definisi teknis modern dari stoneware adalah keramik vitreous atau semi-vitreous, yang dibuat terutama dari tanah liat periuk atau tanah liat api non-refraktori. Apakah proses perubahannya (vitrifikasi) menjadi keropos atau tidak, dan  mungkin menjadi berlapis atau tidak berlapis.

  • Porselin (Porcelain); Contoh : Pottery, berbagai peralatan kimia, peralatan listrik dan lain-lain.

  • Keramik Baru (New Ceramic). Contoh : Ceramic knife, ceramic brake disks, ball bearing, bagian (elemen) dari ballistic armored, dan lain-lain.

Sementara itu “Tembikar” adalah nama umum bagi peralatan yang terbuat dari tanah liat,   istilah ini digunakan lebih khusus  untuk menunjuk benda berpori dan berwarna yang dibuat (dibakar) pada suhu yang relatif rendah. Tembikar kadang-kadang berwarna putih atau berwarna krem. Baik tembikar maupun gerabah adalah keramik lunak, tidak tembus pandang, yang mampu menyerap lebih dari 3% kelembaban.



Porselen pertama kali diproduksi di China, dan dibawa ke Eropa oleh Marco Polo di abad ke-13. Disebut porselen karena sifatnya yang mirip dengan Porcellana (kerang laut). Produk porselen yang umum adalah peralatan-peralatan listrik, kimia, mekanik, struktural, dan termal.

Sedangkan dengan apa yang disebut sebagai “China” adalah perangkat putih yang ber-glasir atau tidak ber-glasir (glazed or unglazed vitreous), keras dan non-absorbend digunakan untuk keperluan non teknis. Dalam apa yang disebut sebagai “china” ini termasuk produk-produk seperti alat makan dan karya seni. Proses pembuatan “China” adalah proses di mana tubuh keramik pertama-tama  dibakar ("fired bisque" atau "biscuit bakar") untuk mengeraskan, atau mematangkan bahan, kemudian dibakar hingga mengkilap "glost firing" untuk memperbaiki glasir. Penembakan/ pembakaran glost dilakukan pada suhu yang jauh lebih rendah daripada pembakaran biscuit (fired bisque).
 
“Porselen”, sebagaimana didefinisikan dalam industri keramik di Amerika Serikat modern adalah whiteware keramik vitreous (diklasifikasikan atau tidak diklasifikasikan) digunakan untuk tujuan teknis. Di negara-negara diluar Amerika Serikat, istilah china dan porcelain digunakan hampir secara bergantian. Porselen yang benar (dibakar dengan keras), pertama kali diproduksi adalah di China, dibawa ke Eropa oleh Marco Polo. Disebut porselen karena sifatnya mirip dengan Porcellana (kerang laut).  
 
Produk porselen yang umum adalah sebagai peralatan listrik, kimia, mekanik, struktural, dan termal. Dalam produksi peralatan porselen, badan keramik dan glasir biasanya matang secara bersamaan dalam satu pemanasan (firing) bersuhu tinggi. Karena hanya diperlukan satu operasi pemanasan, maka porselen lebih ekonomis untuk diproduksi daripada “china”. Namun china lebih banyak warna yang tersedia, karena suhu pematangan-nya lebih rendah dalam pemanasan glost (glost firing).
isolator keramik

Produk keramik struktural termasuk bata bangunan umum, bata paving, ubin ber-rongga, genteng atap, saluran pembuangan, saluran, pipa saluran pembuangan, pot bunga, periuk, dan terra-cotta. Untuk meminimalkan biaya transportasi bahan baku dan produk jadi, barang-barang ini hampir selalu dibuat di dekat titik penggunaan tanah liat asli yang ditambang dari deposit lokal.
Hampir semua produk tanah liat struktural dibuat oleh suatu proses lumpur halus atau lumpur lunak. Proses-proses itu berbeda hanya dalam jumlah air yang digunakan dalam tanah liat untuk mengembangkan plastisitas yang diperlukan untuk ekstrusi. Potongan besar secara umum dibuat oleh proses yang kaku sehingga mereka tidak akan merosot setelah terbakar. Tanah liat yang hancur, diekstrusi melalui suatu baja, dan kemudian dipotong dengan panjang sesuai dengan yang diinginkan dengan kawat. Mereka (potongan-potongan itu) dikeringkan dan ditembakkan pada suhu dari 980o  s/d 1095o Celcius (1800o s/d 2000o Fahrenheit), tergantung pada suhu tanah lempung yang semakin matang.
Pelapisan garam adalah teknik yang umum digunakan dalam pembuatan produk tanah liat struktural. Garam dimasukkan ke ujung api untuk memberikan lapisan cairan ke produk. Teknik ini digunakan, sebagian besar, pada ubin struktural dan saluran (pipa).

Mengenai perkembangan keramik pada umumnya serta industry keramik pada khususnya dapat dikemukakan, bahwa dorongan terhadap perkembangan industry keramik  saat ini muncul karena tuntutan  dari berbagai industri akan material yang lebih baik. Persyaratan yang sangat ketat, utamanya datang dari industri kedirgantaraan, di mana rasio kekuatan-berat dengan goncangan termal, sifat dielektrik, abrasif, dan tahan api sangat penting. Aplikasi bahan keramik di dalam industri dirgantara termasuk diantaranya adalah penggunaan keramik alumina untuk rudal dan kerucut hidung roket. Seperti diketahui silikon karbida atau disilisida molibdenum digunakan dalam nozel roket, pelapis keramik digunakan pada bagian logam roket dan satelit, dan bahan keramik digunakan untuk isolasi termal di pesawat ruang angkasa.

Elemen bahan bakar keramik semakin penting dalam pembangkitan tenaga nuklir. Kira-kira 90% dari instalasi tenaga listrik nuklir yang baru direncanakan akan mengandung bahan yang diperkaya uranium dioksida (UO2), sebagai elemen bahan bakar. Banyak elemen struktural reaktor, mulai dari bahan konstruksi hingga batang kendali (yang biasanya merupakan senyawa boron atau oksida tanah jarang), juga merupakan bahan keramik.

Bahan laser juga merupakan bagian dari bidang keramik. Laser yang paling banyak digunakan adalah kristal ruby tunggal yang diolah secara khusus. Dopan adalah kromium, dan ion ini merespons cahaya xenon intensitas tinggi dengan emisi pulsa mono-kromatik cahaya koheren dari ujung kristal laser. Ujung laser paralel dan perak, satu ujung lebih sedikit dibandingkan yang lainnya. Cahaya dipantulkan bolak-balik oleh ujung perak sampai intensitasnya cukup besar untuk mengejar emisi sinar intensitas tinggi tinggi melalui ujung kristal yang kurang perak. Banyak komposisi kaca yang menggabungkan dopan khusus sedang dikembangkan untuk menggantikan kristal tunggal, atau setidaknya untuk memperluas jangkauan frekuensi sinar laser. Laser digunakan untuk permesinan, pengeboran bahan tahan api seperti berlian, pengelasan, dan dalam beberapa jenis operasi, seperti perbaikan retina yang terlepas.

Bahan piezoelektrik mengembangkan muatan listrik ketika mereka mengalami tekanan mekanik, dan sebaliknya, ketika muatan listrik dikenakan, ketegangan mekanik berkembang. Beberapa kelas bahan keramik, terutama barium titanat dan timbal zirkonat-titanat, menunjukkan fenomena ini. Bahan-bahan tersebut adalah elemen aktif dari kartrid fonograf, sonar, dan perangkat ultrasonik.

Keramik gelas adalah komposisi kaca khusus yang diperlakukan secara termal sebelum mengalami operasi untuk melemahkan atau mengendapkan fase kristal yang merupakan sifat khusus seperti ekspansi termal nol (tidak mengalami ekspansi) untuk aplikasi yang melibatkan aplikasi thermal-shock tinggi. Fasa magnetik dapat diendapkan untuk menghasilkan gelas magnetik, atau fase dielektrik tinggi untuk menghasilkan bahan berkapasitas tinggi seperti barium titanat.

Keramik magnetik, yang merupakan ferrites, ditemukan di Belanda selama Perang Dunia II dan merupakan rahasia yang dijaga dengan baik sampai setelah perang. Ferrite adalah beberapa oksida besi oksida kompleks. Sifat magnetik senyawa ini bervariasi, tergantung pada oksida logam yang dikombinasikan dengan oksida besi. Magnet keramik tipe permanen terutama dari tipe barium ferrite, meskipun ferrite timbal dan strontium ferrites juga digunakan. Senyawa ini juga merupakan isolator, dan mereka banyak digunakan pada motor arus searah kecil untuk mobil. Ferit nikel dan seng mangan, dalam kombinasi dengan senyawa lain, digunakan dalam inti memori komputer, kuk televisi, antena, dan dalam sistem telekomunikasi

Cermet adalah kelas bahan yang mengandung keramik dan logam. Bahan-bahan ini dikembangkan sebagai upaya untuk menggabungkan sifat terbaik dari kedua jenis bahan. Logam memiliki kekuatan tarik tinggi dan sifat kejut termal yang baik, tetapi bahkan logam tahan api memiliki ketahanan yang rendah terhadap oksidasi dan kekuatan yang buruk pada suhu tinggi. Dengan menggabungkan logam dengan keramik, yang memiliki kekuatan dan ketahanan oksidasi yang baik pada suhu tinggi, bahan-bahan unggul dapat diperoleh. Sekelompok sermet yang umum mengandung alumina (Al2O3) dan kromium dalam proporsi yang berbeda-beda. Cermet digunakan pada mesin jet, pelapis sepatu rem, dan bagian yang tahan terhadap oksidasi

Keramik dielektrik nonlinear, yang merupakan bahan isolasi listrik, telah sangat penting dalam miniaturisasi komponen elektronik dan memungkinkan pengembangan sirkuit listrik yang semakin canggih. Bahan-bahan ini juga digunakan dalam kapasitor. Barium titanate, timbal zirkonat-titanat, timbal niobate, dan kombinasi titanat atau keramik dielektrik nonlinier.

Keramik tahan api telah dikembangkan untuk digunakan dalam metode pembuatan baja pembuatan oksigen. Proses-proses ini membutuhkan bahan refraktori baru atau lebih baik untuk mengandung baja dalam kondisi parah. 

Refractory brick
 

Refraktori krom magnitit “berikatan langsung” dan leburan krom serta magnesia dengan kemurnian tinggi dan dolomit berikat tar telah dikembangkan. Refraktori semacam itu telah memungkinkan pemanfaatan tungku yang ada, sementara memungkinkan suhu yang lebih tinggi dan oksidasi yang lebih parah dan kondisi reduksi daripada yang dimungkinkan dengan refraktori lama. Refraktori suhu tinggi khusus lainnya telah dikembangkan yang jauh melebihi kapasitas refraktori yang lebih konvensional. Bahan baru termasuk borida, nitrida, dan karbida. Misalnya, hafnium carbide meleleh pada suhu 3000 derajat Celcius (7030 derajat Fahrenheit). Selain kemampuannya menahan suhu yang sangat tinggi, bahan-bahan ini juga sangat keras dan tahan terhadap abrasi.

Pelumas film kering yang penting adalah kelas bahan yang digunakan pada suhu dimana pelumas konvensional tidak dapat berfungsi. Molibdenum disulfida, MoS2, dan grafit yang tersuspensi dalam media pembawa, seperti kaca leleh rendah, adalah contoh dari kelas bahan ini. Kacamata baru sedang dikembangkan yang menjadi cairan pada suhu tinggi dan merupakan pelumas yang baik.

Bahan komposit terdiri dari kombinasi dua atau lebih jenis bahan. Jenis umum dari bahan komposit memiliki serat yang tertanam dalam matriks logam atau keramik. Serat kristal safir tunggal, yang memiliki kekuatan besar, ditambahkan ke logam dan keramik untuk meningkatkan sifat mekanisnya dan responsnya terhadap suhu tinggi. Serat kaca digunakan untuk memperkuat plastik dan logam, dan mereka memberikan keunggulan kekuatan yang luar biasa. Misalnya, plastik yang diperkuat kaca digunakan untuk membuat badan kapal dan mobil dan digunakan dalam cangkang pesawat terbang.

Perbaikan dalam manfaat bahan baku keramik mungkin tidak kalah penting dari pengembangan bahan keramik baru untuk berbagai keperluan antara lain sebagai pelapis, pengikat, gelang (ring) dan lain-lain. 

Keramik sebagai pengikat arloji




Sebagai contoh adalah kaolin yang telah mengalami pemutihan dan pemilihan. Hal itu antara lain digunakan sebagai pengganti titanium dioksida yang lebih mahal dalam pelapis kertas halus, dan pemilihan partikel batu api   telah digunakan bagi pengembangan porselen kekuatan yang lebih tinggi. Disamping itu telah ada perbaikan dalam pemilihan dan penggilingan nepheline syenite untuk fluxing gelas dan keramik. Pada pot tanah liat tertentu telah ditingkatkan pemilihan dan pemurnian partikel yang digunakan (bersambung).

*
I realized that I had become too introverted. When you are the person everyone comes to in an isolated area, you have no-one to discuss things with. It's good up to a point but dreadful in a way. You simply have to have the corners rubbed off you and have criticism that's pretty cruel if you are to toe the line (Theresa Sjoquist, Member of “The New Zealand Society of Authors”).

*